Saat ini lahan untuk hunian di perkotaan menjadi sangat terbatas dan mengakibatkan berbagai pelaku industri perumahan berpikir lebih, khususnya arsitek tentang bagaimana merespon dan menyajikan konsep-konsep dalam lahan yang terbatas di tengah hiruk pikuk lingkungan perkotaan.​​​​​​​
Dalam project yang memiliki lebar kavling 4m dan sengan panjang hingga 15m, Awanama mencoba menjawab kebutuhan hunian milenial yang menjadi market konsumen perusahaan Developer PT. PJB di Kota Bekasi.
​​​​​​​Hal pertama yang di garis bawahi adalah mengefisiensikan fungsi ruang dan membuat lebih banyak free space pada kavling, seperti menggabungkan dapur, r. makan, dan r. keluarga/ usaha juga memberikan area hijau/ taman di belakang rumah untuk kegiatan relaksasi. Tentunya hidup di perkotaan meningkatkan kadar stres seseorang menjadi lebih cepat, oleh karena itu ruang bersama yang lebih intim menjadi prioritas  dalam desain.
​​​​​​​Selanjutnya untuk merespon lingkungan yang panas di Bekasi, kami mendominasi warna putih dan batu alam pada bidang muka rumah sebagai upaya memantulkan dan meminimalisir penyerapan dan perpindahan panas ke area dalam rumah. Untuk material lainnya, penggunaan semen ekspos pada sebagian dinding rumah menjadi sangat familiar bagi generasi Milenial.​​​​​​​
Terakhir bentuk yang sederhana dapat mempermudah para pekerja dan menghemat anggaran pemilik, yang mana kelebihan itu dapat dialokasikam untuk hal lainnya termasuk penghijauan di depan rumah dengan menanam pohon untuk mendinginkan suhu serta angin sebelum masuk ke dalam rumah melalui celah-celah bata krawangan. 
Semua konsep di atas diharapkan mampu memfasilitasi generasi milenial juga turut melestarikan lingkungan.

Lihat lainnya

Back to Top