Sebuah desain rumah yang didedikasikan oleh klien kami untuk orang tuanya dan menjadi rumah kumpul bersama keluarganya.
Rumah didesain dengan mengutamakan aspek keamanan dan keselamatan bagi lansia yang tinggal di dalamnya, serta aspek lain seperti dimensi persepsi ruang bagi lansia.
Selain itu, rumah ini juga akan menjadi rumah kumpul bagi orang tua klien bersama keluarga besarnya pada waktu-waktu tertentu.
Ruang keluarga di dalam rumah dibuat dengan konsep terbuka dari dapur, ruang makan, hingga ruang tv, serta juga fleksibel bisa bergabung dengan ruang tamu hingga taman.
Dengan begitu, rumah ini akan menjadi rumah yang nyaman dan aman bagi orang tua klien sehari-hari serta menjadi tempat berkumpul yang nyaman bagi keluarga.
Rumah didesain dengan material lantai serta dinding yang ditentukan oleh zonasi area ruang-ruang tertentu.
Hal ini dimaksudkan agar bisa membantu penghuni lansia untuk merpersepsikan dan mendefinisikan ruangnya berdasarkan warna, material, suasana, hingga tekstur.
Sehingga, seiring berkurangnya kemampuan indera bagi lansia, ruangnya dapat mampu membantu penghuni lansia menavigasi diri di dalam rumahnya dan menstimulus inderanya secara terus-menerus.
Secara garis besar material lantai dibagi menjadi 3 material yang masing-masing mendefinisikan 1) ruang keluarga (living room; ruang tv, makan, dan dapur), 2) ruang sirkulasi (koridor dan tangga), serta 3) area kamar.
 Selain, mendefinisikan ruang, material dinding juga menerapkan pendekatan tactile architecture, yaitu dengan menggunakan dinding cat yang bertekstur untuk area mushola dan tekstur kayu untuk area kamar tidur. Begitu pula pada dinding, 3 material utama masing-masing mendefinisikan ruang keluarga, area kamar tidur, dan mushola.
Rumah ini yang direncanakan untuk dihuni oleh orang tua klien akan menjadi rumah berkumpul keluarga besar. Sehingga, ruang keluarga didesain dengan konsep terbuka dari ruang tv, makan, hingga dapur namun dipisahkan oleh island/meja bar yang semi tertutup dengan kabinet atas dan bawah.
Untuk memberikan ruang yang lebih lega, area ruang keluarga terhubung dengan dua sisi ruang terbuka dibagian barat dan selatan yaitu teras semi-terbuka. Dengan begitu, ruang keluarga menjadi ruang yang nyaman untuk kumpul keluarga dengan satu kesatuan ruang yang terbuka serta memiliki akses ke taman.
Keamanan, keselamatan, serta kemudahan bagi penghuni lansia juga menjadi perhatian utama dalam desain rumah ini. Oleh sebab itu, kamar tidur orang tua diletakkan di area paling depan dan memiliki askes langsung keluar yang menggunakan ramp dan terhubung ke carport.
Hal tersebut dimaksudkan untuk situasi darurat bagi ambulans serta mobilitas sehari-hari agar mudah masuk ke mobil. Untuk kamar mandi menggunakan pintu geser agar memudahkan upaya bagi penghuni lansia untuk membuka pintu.
Material dinding kamar mandi menggunakan bata tempel terakota agar kontras dengan perlengkapan saniter sehingga memudahkan lansia mengidentifikasi ruangnya. Kamar mandi juga dilengkapi dengan handrail demi keselamatan dan keamanan pengguna lansia.

Lihat lainnya

Back to Top